Baner
Baner

Translate This Page !



Our Gallery

  • Advertisement
  • Advertisement
Tangkal krisis dengan piramida keuangan
Bisnis Indonesia
Ditulis oleh Mike Rini Sutikno, CFP   
Rabu, 16 Juni 2010 16:13
Jika susunan kekayaan Anda ada­lah sebuah monumen, bentuk yang paling tepat untuk menggambarkannya adalah piramida. Bangunan se­gi­ti­ga raksasa yang diperuntukkan sebagai makam Firaun, memang luar biasa.

Berdiri dengan kokoh menjulang tinggi selama ribuan tahun, tak go­yah diterjang badai gurun pasir dan ganasnya matahari Mesir. Fondasi yang lebar di bawah dan puncak yang mengerucut ke atas, ini konstruk­si yang juga mengilhami perencanaan keuangan dan pengelolaan kekayaan dalam menghadapi kerasnya dunia investasi dan ketidakpasti­an ekonomi.

 

Profil risiko

Apakah Anda termasuk golongan orang yang tenang menghadapi fluktuasi harga dan tetap bisa tidur dengan nyenyak? Atau apakah Anda termasuk dari mereka yang selalu merasa was-was terhadap keamanan dan kepastian dari investasi?

Ini sebuah peng­gam­baran sederhana saja dari apa yang diistilahkan sebagai profil risiko. Artinya, ter­dapat kemungkinan bahwa Anda bisa kehilangan sejumlah tertentu dari nilai awal/pokok investasi Anda. Ini juga bisa berarti bahwa tingkat keuntung­an aktual pada saat Anda berinvestasi kemungkinan tidak sesuai dengan perkiraaan.

Tentu saja kita berharap mendapat potensi tingkat keuntungan tertinggi. Namun, makin akurat kepastian prediksi keuntungan suatu investasi, makin rendah risiko investasi tersebut.

Artinya makin kecil ketidakpas­ti­an harga/nilai suatu jenis investasi berarti makin rendah juga return-nya, sebaliknya juga begitu. Yang sulit dikendalikan adalah bahwa semakin tinggi risiko walaupun semakin tinggi pula return-nya, dengan cepat dapat terwujud menjadi suatu situasi tidak adanya return investasi bahkan negatif. Ini berakibat kehilangan nilai awal/pokok investasi.

Profil risiko adalah selera, artinya kecende­rungan investor dalam memilih jenis investasi apa yang disukainya. Hati-hati mengenai apa yang disukai dan yang tidak disukai karena sifatnya subjektif.

Bisa jadi Anda memilih apa yang Anda ingin­kan, tetapi belum tentu dibutuhkan, ini bisa menjadi bumerang. Untuk memahami hubung­an profil risiko dengan perencanaan keuangan ke dalam perspektif yang tepat, kita dapat menggunakan piramida perencanaan keuangan tersebut, yaitu sebuah konsep mengenai susunan kekayaan terdiri dari berbagai jenis kategori investasi pada kelas aset yang berbeda.

Pada konsep ini, secara objektif tidak saja berbagai produk investasi diletakkan secara berurutan dari bawah ke atas berdasarkan tingkat keuntungannya dan risikonya, mulai yang terendah sampai yang tertinggi, tetapi juga disusun berdasarkan fungsi dan tujuan keuang­an­nya.

Dasar piramida

Bagian bawahnya haruslah melebar sebagai pondasi dasar yang kuat untuk menopang bagian tengah dan kerucutnya. Dasar piramida ini bertujuan menyediakan stabilitas dan ke­amanan dalam mengantisipasi risiko yang bisa mengurangi harta kekayaan Anda, juga dalam rangka memenuhi kebutuhan kas untuk pe­nge­luaran jangka pendek.

Dengan demikian fondasi ini harus terdiri dari jenis aset yang likuid, yang walaupun memberikan tingkat keuntungan kecil tetapi lebih bisa dipastikan. "Aku akan siap kapan pun kamu membutuhkan aku." Kalimat yang agak romantis ini benar-benar tidak akan terdengar janggal , ketika Anda BU (butuh uang).

Jenis aset yang tepat berada di dasar piramida ini, adalah asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan asuransi kerugian harta benda. Mereka adalah jenis aset yang sebaiknya tidak dibeli karena harapan Anda akan tingkat keuntungan tinggi. Namun, karena kemampuannya menyediakan likuiditas (dana santunan) bagi Anda ketika musibah menimpa.

Selain itu, rekening di bank seperti tabungan yang berfungsi sebagai dana darurat dapat menjadi jaring pengaman yang bisa diandalkan saat Anda membutukan dana kas tanpa harus kehilangan nilai pokoknya.

Tambahkan lagi dengan deposito dan surat utang pemerintah jangka pendek, untuk sumber arus kas rutin. Disarankan juga memasukkan perencanaan warisan ke dalam bagian dasar piramida, agar jika Anda meninggal dunia-harta kekayaan Anda dapat terus dikelola secara optimal dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi ahli waris.

Bagian tengah

Walaupun lebih berisiko dari bagian dasar, bagian tengah piramida berfungsi membantu Anda mencapai tujuan-tujuan keuangan yang ditargetkan dalam kurun waktu tertentu.

Bagian ini terdiri dari kombinasi antara berbagai pilihan aset mulai dari jenis investasi yang kurang likuid, tetapi berisiko rendah sampai jenis investasi dengan tingkat risiko lebih tinggi seperti instrumen utang berpendapatan tetap jangka menengah dan jangka panjang, reksa dana penda­pat­an tetap dan reksa dana campuran.

Bagian tengah piramid ini dibentuk untuk mencapai suatu tujuan keuangan tertentu yang ingin dicapai dalam jangka menengah dan jangka pendek seperti membeli rumah, dana pendidikan anak.

Intinya, karena tujuan keuangan yang ingin dicapai masih beberapa tahun ke depan maka Anda bisa menempatkan aset yang kurang likuid, juga aset yang tingkat kepastiannya lebih rendah, tetapi memberikan tingkat keuntungan investasi yang lebih tinggi .

Titik puncak

Puncak piramida digunakan untuk mencapai tujuan keuangan terpanjang dalam hidup Anda, yaitu persiapan dana pensiun yang rata-rata berkisar 20-30 tahun. Anda membutuhkannya untuk membiayai hidup setelah tidak bekerja.

Masa puluhan tahun ini akibatnya akan membuat jumlah dana pensiun yang dibutuhkan mengalami kenaikan luar biasa besar. Kabar baiknya, dengan memulainya selagi muda maka Anda akan memiliki horizon investasi yang amat panjang.

Kesempatan ini dapat Anda gunakan untuk memanfaatkan jenis aset dengan tingkat likuiditas paling rendah, tingkat ketidakpastian paling tinggi tetapi diperkirakan dapat memberikan pertumbuhan nilai yang tinggi dalam jangka panjang.

Bagian ini akan terdiri dari jenis investasi berisiko tinggi seperti saham, reksa dana saham juga properti seperti tanah dan bangunan. Jenis investasi seperti ini mengharuskan investor untuk berinvestasi pada waktu yang sangat panjang guna mendapat tingkat pertumbuhan yang mengalahkan aset lainnya.

LAST_UPDATED2